Latest News

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri

07/09/2026
14 pengunjung

Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian setelah erupsi terjadi sejak 4 September 2026. Abu vulkanik dari erupsi tersebut kemudian menyebar ke sejumlah wilayah di Jawa, termasuk Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Kondisi ini membuat masyarakat di wilayah terdampak perlu lebih waspada, terutama karena paparan abu vulkanik dapat memengaruhi kesehatan.

Bagi sebagian orang, abu vulkanik mungkin terlihat seperti debu biasa. Padahal, partikelnya dapat berukuran sangat kecil dan memiliki karakter yang berbeda dari debu sehari-hari. Jika terhirup atau mengenai bagian tubuh tertentu, abu dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, mata, dan kulit. Lalu, apa saja dampaknya dan bagaimana cara melindungi diri?


Abu Vulkanik Bisa Mengganggu Pernapasan

Salah satu dampak yang paling perlu diperhatikan adalah gangguan pada saluran pernapasan. Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan hidung dan tenggorokan terasa teriritasi, batuk, produksi dahak, mengi, rasa berat di dada, hingga sesak napas. Pada orang yang sudah memiliki masalah pernapasan seperti asma atau penyakit paru kronis, paparan abu juga dapat memperburuk kondisi yang sudah ada. Karena itu, ketika udara di sekitar mulai dipenuhi abu, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk tetap beraktivitas di luar rumah. Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi belum membaik.


Jangan Lupa Gunakan Masker

Kalau harus keluar rumah saat abu vulkanik masih menyebar, gunakan masker yang dapat membantu mengurangi paparan partikel abu ke saluran pernapasan. Masker perlu menutup hidung dan mulut dengan baik. Kementerian Kesehatan secara khusus mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak untuk menggunakan masker dan kacamata jika harus beraktivitas di luar rumah. Selain masker, penggunaan kacamata juga dapat membantu melindungi mata dari abu. Setelah kembali ke rumah, segera bersihkan tubuh dan pakaian yang digunakan selama berada di luar agar partikel abu yang menempel tidak terus terbawa ke dalam rumah.


Mata dan Kulit Juga Perlu Dilindungi

Tidak hanya masuk melalui pernapasan, abu vulkanik juga dapat mengenai mata dan kulit. Mata bisa menjadi merah, perih, berair, gatal, atau terasa seperti kemasukan benda asing. Sementara pada kulit, paparan abu dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan rasa gatal. Jika abu masuk ke mata, jangan langsung menguceknya. Bersihkan dengan air bersih dan jika keluhan berlanjut atau semakin berat, segera periksakan ke fasilitas kesehatan. Menjaga kebersihan tubuh setelah terpapar abu juga penting untuk mengurangi paparan yang menempel pada kulit dan pakaian.


Jangan Langsung Menyapu Abu di Halaman

Abu vulkanik yang menumpuk di halaman rumah memang perlu dibersihkan, tetapi sebaiknya jangan langsung disapu dalam kondisi kering. Gerakan menyapu dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan bercampur dengan udara sehingga lebih mudah terhirup. Sebelum membersihkannya, abu sebaiknya dibasahi terlebih dahulu dengan air agar tidak mudah beterbangan. Setelah itu, abu dapat dikumpulkan secara perlahan menggunakan sekop atau alat yang sesuai. Namun, jangan menggunakan air secara berlebihan karena tumpukan abu yang menjadi terlalu berat dapat menimbulkan masalah, terutama jika berada di atap atau bangunan. Bagian atap juga perlu diperhatikan jika terdapat tumpukan abu yang cukup tebal. Abu vulkanik dapat menambah beban pada atap, sementara permukaannya juga menjadi lebih licin. Jika pembersihan atap berisiko, sebaiknya jangan memaksakan diri dan pertimbangkan meminta bantuan orang yang lebih berpengalaman.


Jaga Kondisi Tubuh

Selain mengurangi paparan, menjaga kondisi tubuh juga tetap penting ketika lingkungan sedang terdampak bencana. Pastikan kebutuhan cairan tercukupi dan konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, sayur, buah, serta berbagai vitamin dan mineral. Mengonsumsi vitamin atau suplemen juga boleh dilakukan jika memang dibutuhkan, tetapi jangan menganggapnya sebagai perlindungan khusus dari abu vulkanik. Langkah utama tetap membatasi paparan, menggunakan masker, menjaga kebersihan, dan mengikuti informasi kesehatan dari pihak berwenang.


Siapa yang Perlu Lebih Waspada dan Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Tidak semua orang memiliki tingkat kerentanan yang sama terhadap paparan abu vulkanik. Anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Jika ada anggota keluarga yang termasuk kelompok tersebut, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara sedang terdampak abu. Pastikan juga obat rutin bagi mereka yang memiliki penyakit kronis tetap tersedia dan digunakan sesuai anjuran dokter.

Paparan abu vulkanik dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan. Batuk ringan atau mata terasa perih mungkin dapat membaik setelah paparan berkurang, tetapi gejala yang semakin berat sebaiknya tidak diabaikan. Jika mengalami sesak napas, rasa berat di dada, batuk yang semakin parah, atau gangguan pada mata yang tidak membaik, segera cari pertolongan medis. Masyarakat juga disarankan mengikuti informasi dari lembaga resmi seperti Kementerian Kesehatan, BMKG, BNPB, dan PVMBG karena kondisi sebaran abu dapat berubah mengikuti aktivitas gunung dan arah angin.


Tetap Tenang dan Waspada

Erupsi gunung api memang dapat menimbulkan kekhawatiran, terlebih ketika abu vulkanik mulai terlihat di wilayah tempat tinggal. Namun, kepanikan bukan solusi. Yang lebih penting adalah memahami risikonya dan mengetahui langkah sederhana untuk melindungi diri. Mulai dari membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker dan pelindung mata, membersihkan abu dengan cara yang tepat, menjaga kondisi tubuh, hingga mengikuti informasi resmi. Dengan kewaspadaan yang tepat, kita dapat mengurangi risiko kesehatan sekaligus tetap tenang menghadapi kondisi yang terjadi.



Informasi lebih lanjut:


Website: https://nav.co.id/

Instagram: [@navkaraoke]

TikTok: [@official.navkaraoke]

News & Event
Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri
07/09/2026

Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian setelah erupsi terjadi sejak 4 September 2026. Abu vulkanik dari erupsi tersebut kemudian menyebar ke sejumlah wilayah di Jawa, termasuk Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Kondisi ini membuat masyarakat di wilayah terdampak perlu lebih waspada, terutama karena paparan abu vulkanik dapat memengaruhi kesehatan. Bagi sebagian orang, abu vulkanik mungkin terlihat seperti debu biasa. Padahal, partikelnya dapat berukuran sangat kecil dan memiliki karakter yang berbeda dari debu sehari-hari. Jika terhirup atau mengenai bagian tubuh tertentu, abu dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, mata, dan kulit. Lalu, apa saja dampaknya dan bagaimana cara melindungi diri?

Celine Dion Kembali Ramaikan Paris, Ini Lagu-Lagu Ikoniknya yang Wajib Masuk Playlist
04/09/2026

Nama Celine Dion kembali ramai dibicarakan setelah sang penyanyi terlihat di Paris menjelang rangkaian konser comeback-nya. Kehadirannya bahkan sempat mencuri perhatian setelah Celine menyapa para penggemar di luar hotel dan ikut bernyanyi bersama mereka. Salah satu lagu yang dibawakan dalam momen tersebut adalah "Pour que tu m'aimes encore", lagu berbahasa Prancis yang dirilis pada 1995.

Karhutla Kembali Meluas di Sejumlah Wilayah Indonesia, Ini Dampaknya bagi Lingkungan dan Kesehatan
02/09/2026

Memasuki akhir musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, titik panas dan kejadian kebakaran terpantau di berbagai daerah, mulai dari Kalimantan dan Sumatera hingga sejumlah wilayah di Papua dan Nusa Tenggara. Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga kembali menjadi perhatian. Kondisi ini menunjukkan bahwa risiko kebakaran masih perlu diwaspadai, terutama di tengah cuaca yang panas dan kering.

BIGBANG Akan Konser di Jakarta, Ini Lagu G-Dragon yang Wajib Masuk Playlist
28/08/2026

Kabar yang sudah lama ditunggu VIP akhirnya datang. BIGBANG dijadwalkan menggelar konser di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, pada 16 Januari 2027. Konser bertajuk BIGBANG 2026 2027 WORLD TOUR IN JAKARTA tersebut menjadi bagian dari tur dunia untuk merayakan 20 tahun perjalanan BIGBANG. Harga tiket yang diumumkan promotor pun cukup beragam, mulai dari Rp1,55 juta hingga Rp6,5 juta, belum termasuk pajak dan biaya lainnya.

Pernikahan Dikta Ramai Dibicarakan, Siapa Dikta? Ini Lagu-Lagu Terbaik yang Wajib Masuk Playlist
21/08/2026

Kabar pernikahan Pradikta Wicaksono atau yang lebih dikenal sebagai Dikta dengan Rachel Florencia masih menjadi perhatian publik. Keduanya diketahui telah melangsungkan akad nikah secara tertutup pada 16 Agustus 2026 di sebuah restoran di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Pernikahan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh pihak KUA Pesanggrahan.