




Kalau beberapa tahun lalu seseorang dianggap "berhasil" karena memiliki mobil mewah, tas branded, atau jam tangan mahal, sekarang ukurannya mulai bergeser. Di media sosial, kita lebih sering melihat orang membagikan aktivitas akhir pekan daripada barang yang baru dibeli. Ada yang mengunggah momen ikut maraton, bermain padel, latihan pilates, mengikuti kelas pottery, menjelajahi kedai kopi baru, hingga berbagi pengalaman saat menonton konser atau hiking bersama teman. Tanpa disadari, pengalaman dan hobi kini menjadi bagian dari identitas seseorang.
Belakangan ini, nama Naykilla semakin sering muncul di media sosial. Mulai dari lagu yang viral di TikTok, gaya berpakaian yang berani, hingga cara berbicaranya yang khas, semuanya sukses menarik perhatian publik, khususnya generasi muda. Setelah lagu "OBH Combi Sachet" ramai digunakan sebagai sound di berbagai konten, Naykilla kembali mencuri perhatian lewat rilisan terbarunya "My Mine Gueh". Tidak sedikit yang kemudian menyebutnya sebagai salah satu ikon baru Gen Z di dunia musik Indonesia.
Belakangan ini, fitur Username WhatsApp ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak yang menyambutnya dengan antusias karena dianggap membuat komunikasi menjadi lebih praktis. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang merasa khawatir. Sebagian pengguna bahkan menilai fitur ini bisa membuka peluang baru bagi pelaku penipuan atau kejahatan siber. Lalu, benarkah fitur Username WhatsApp berbahaya? Atau justru ini merupakan langkah baru WhatsApp untuk meningkatkan privasi penggunanya?